Blockchain, NFT, Cryptocurrency, walaupun sudah menjadi istilah yang popular, namun terkadang masih merepotkan untuk dipahami. Butuh waktu dan peta untuk mengaitkan ketiga istilah tersebut ketika awam ingin mendapatkan pemahaman yang relatif mudah.

NFT, Cryptocurrency, dan Blockchain adalah teknologi yang berkembang pesat dan kemungkinan akan menjadi bagian dari ekonomi masa depan. Alasannya karena teknologinya yang menjanjikan untuk meningkatkan transparansi, desentralisasi, keamanan, dan inovasi dalam berbagai bidang. Namun, ingatlah untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset sebelum untuk membuat keputusan untuk berinvestasi.

Khususnya para orang tua yang memiliki anak-anak di bangku sekolah ketiga istilah di atas walaupun mungkin cukup sulit dicerna oleh orang awam, namun jangan menyerah untuk menjelaskan hal ini pada anak-anak. Kuncinya menggunakan perumpamaan.

NFT (Non-Fungible Token)

NFT, atau Non-Fungible Token, adalah sebuah bentuk kriptografi yang digunakan untuk mengidentifikasi item digital yang unik dan tidak dapat digantikan. Ini digunakan untuk mengonfirmasi kepemilikan atas karya seni digital, game, atau item lain yang berharga.

Untuk memulai menjelaskan hal di atas, bisa menggunakan analogi yang mudah dipahami. Misalnya, Anda bisa mengatakan bahwa NFT itu seperti kartu Pokemon yang unik dan tidak dapat digantikan dengan kartu Pokemon lain yang sama. Jadi seperti kartu Pokemon yang kita miliki yang hanya ada satu di dunia, begitu juga dengan NFT yang hanya ada satu di dunia dan tidak dapat digandakan.

Selain itu, Anda bisa juga memberikan contoh yang mudah dipahami seperti file gambar yang unik, atau lukisan yang dibuat oleh seorang seniman yang tidak dapat digandakan, NFT adalah sebuah sistem yang mencatat siapa yang memiliki file gambar atau lukisan tersebut dan memberikan hak kepemilikan yang sah pada pemilik yang sesungguhnya.

Secara umum, dapat dijelaskan bahwa NFT adalah sebuah sertifikat digital yang memberikan hak kepemilikan atas suatu konten digital unik seperti gambar, video, musik dan lainnya.Selanjutnya, Anda bisa menjelaskan bahwa NFT menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat kepemilikan konten tersebut. Blockchain adalah sebuah sistem yang mencatat semua transaksi yang terjadi dalam bentuk blok yang terikat satu sama lain. Dengan menggunakan blockchain, konten yang dijadikan NFT tidak dapat digandakan atau diubah, sehingga memastikan bahwa hanya pemilik yang sah yang memiliki hak atas konten tersebut.

Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan bahwa NFT dapat dijual atau ditransfer kepemilikan ke orang lain melalui jaringan blockchain. Seperti kartu Pokemon yang dapat kita jual atau tukar dengan kartu Pokemon lain yang kita inginkan. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan NFT, yang memungkinkan untuk menjual atau menukar NFT yang kita miliki dengan NFT yang kita inginkan.

Secara keseluruhan, menjelaskan NFT kepada anak-anak dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami dan menyertakan contoh-contoh nyata dapat membuat mereka lebih memahami konsep NFT dan teknologi blockchain di baliknya.

NFT


BlockChain

Salah satu analogi yang bisa digunakan adalah dengan menggambarkan blockchain seperti buku besar raksasa yang dapat digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi. Seperti buku besar di sekolah, yang digunakan untuk mencatat absensi dan nilai siswa, buku besar raksasa ini digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi di internet.

Anda juga dapat menyamakan block dalam Blockchain sebagai halaman dalam buku besar raksasa, tiap halaman ini berisi beberapa entri transaksi yang tercatat di dalamnya, dan tiap halaman tersebut terikat satu sama lain dan tidak dapat diubah atau dihapus, sehingga memastikan bahwa semua transaksi yang tercatat dalam buku besar ini dapat dipercaya dan tidak dapat diubah.

Selanjutnya, Anda dapat menjelaskan bahwa teknologi ini digunakan untuk menjamin keamanan dan privasi transaksi yang tercatat di dalamnya, seperti mencatat siapa yang membeli sesuatu atau mengirim uang kepada siapa. Anda juga bisa menambahkan bahwa Blockchain digunakan dalam mata uang digital seperti Bitcoin dan Ethereum, membuat transaksi dapat dilakukan tanpa perlu menggunakan perantara seperti bank.

Secara umum, menjelaskan blockchain kepada anak-anak dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami dan contoh yang relatable dapat membuat mereka lebih memahami konsep teknologi blockchain itu sendiri.

Cryptocurrency

Untuk menjelaskan cryptocurrency kepada anak-anak, Anda bisa menggunakan analogi yang mudah dipahami. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan menyamakannya dengan uang kertas yang kita gunakan setiap hari, namun uang ini adalah uang digital yang hanya bisa digunakan di internet.

Perlu kembali diingat ini perumpaan saja, karena istilah uang digital dan cryptocurrency secara bersamaan.

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa uang digital adalah bentuk dari uang yang hanya tersedia dalam bentuk digital yang dikeluarkan oleh otoritas negara, sedangkan Cryptocurrency adalah bentuk uang digital yang diciptakan dan dikelola menggunakan teknologi blockchain yang tidak dikeluarkan atau dikontrol oleh bank sentral atau pemerintah.

Selanjutnya, Anda dapat menjelaskan bahwa cryptocurrency seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dll adalah jenis uang digital yang digunakan untuk melakukan transaksi di internet, seperti membeli barang atau mengirim uang kepada seseorang. Namun, bedanya dengan uang kertas yang dikontrol oleh bank atau pemerintah, cryptocurrency ini dikontrol oleh komputer yang terhubung dalam jaringan yang disebut blockchain.

Anda juga bisa menjelaskan bahwa cryptocurrency sangat aman digunakan karena menggunakan kriptografi yang kuat untuk menjaga privasi dan keamanan transaksi yang dilakukan. Dan, karena tidak dikontrol oleh bank atau pemerintah, transaksi dengan cryptocurrency dapat dilakukan tanpa perlu melalui perantara.

Selain itu, Anda dapat menjelaskan bahwa setiap cryptocurrency memiliki jumlah yang terbatas, seperti Bitcoin yang hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang akan dibuat, yang membuatnya menjadi langka dan sangat berharga.

Secara umum, menjelaskan cryptocurrency kepada anak-anak dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami dan contoh yang relatable dapat membuat mereka lebih memahami konsep uang digital yang disebut cryptocurrency dan teknologi blockchain yang menopangnya.

 

Hubungan NFT, Cryptocurrency, dan Blockchain

NFT, Blockchain, dan Cryptocurrency semuanya terhubung satu sama lain. NFT adalah suatu jenis token digital yang digunakan untuk mencatat kepemilikan konten digital seperti gambar, video, atau suara, dan menggunakan teknologi Blockchain untuk menjamin unik dan tidak dapat digandakan.

Blockchain adalah teknologi yang digunakan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi dalam bentuk blok yang terikat satu sama lain, digunakan sebagai dasar dari NFT dan Cryptocurrency.

Cryptocurrency adalah jenis uang digital yang menggunakan teknologi blockchain untuk menjamin keamanan transaksi dan privasi pengguna. Bitcoin, Ethereum, Litecoin adalah contoh dari cryptocurrency, yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi tanpa melalui perantara.

Secara singkat, NFT adalah sebuah token digital yang mencatat hak kepemilikan konten digital yang unik, yang digunakan diatas jaringan blockchain, dan Cryptocurrency adalah jenis uang digital yang juga menggunakan teknologi blockchain untuk melakukan transaksi.

 

Apakah Anda memiliki pendapat lain yang lebih sederhana untuk menjelaskan NFT, Blockchain, dan Cryptocurrency kepada anak-anak? Silakan tinggalkan komentar di bawah ini.