Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis laporan pencapaian program Pelatihan Menulis Cerpen Antikorupsi bertajuk “Memanen Karya, Menyemai Integritas”. Program ini merupakan bagian dari gerakan “Gelombang Literasi Integritas” yang bertujuan untuk merajut nilai-nilai kejujuran melalui karya fiksi.
Laporan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa dengan total 4.535 peserta yang bergabung dalam pelatihan ini. Dari ribuan peserta tersebut, sebanyak 1.581 naskah berhasil dikumpulkan, menunjukkan dedikasi para penulis dalam menyelesaikan karya mereka di tengah tantangan kreatif.
Setelah melalui proses kurasi yang ketat, sebanyak 1.448 karya terpilih untuk dibukukan. Angka ini mencerminkan tingkat keberhasilan kurasi yang sangat tinggi, yakni mencapai 91,5%, yang membuktikan bahwa kualitas standar penulisan naskah yang masuk tetap terjaga dengan baik selama masa pelatihan.
“Setiap cerpen adalah cara baru untuk menceritakan kejujuran,” ungkap Deputi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Wawan Wardiana yang menegaskan bahwa 1.448 karya ini merupakan ‘amunisi baru’ dalam upaya menginspirasi nilai-nilai integritas di seluruh Indonesia.
Program ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk SIP Publishing, Yayasan Rumah Indonesia Menulis, serta dukungan dari tokoh literasi seperti Gol A Gong, hingga berhasil meraih apresiasi dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Melalui karya-karya ini, diharapkan bibit-bibit integritas dapat tersemai lebih luas di tengah masyarakat melalui pendekatan sastra yang edukatif.
Tanggal 23 April 2026 kemarin di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, MURI menyerahkan sertifikat pemecahan rekor tersebut. 200-an penulis cerpen itu datang dari berbagai daerah dengan biaya sendiri untuk menyaksikan penyerahan sertifikat penghargaan tersebut.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo dan perwakilan dari Perpustakaan Nasional, serta anggota Perkumpulan Penyuluh Antikorupsi Nasional (Perpaksinas) menghadiri acara tersebut.











