Memasuki bulan Mei 2026, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Jika pada awal April 2026 posisi Rupiah masih berada di kisaran Rp16.900-an, kini di awal Mei, mata uang Garuda telah melampaui ambang psikologis baru dan bergerak di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400 per Dolar AS. Ini adalah nilai tukar terlemah sepanjang sejarah Indonesia berdiri.

Pelemahan ini bukan tanpa alasan. Faktor global seperti ketegangan yang berlanjut antara AS dan Iran, serta kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral AS (The Fed), menjadi pemicu utama. Namun, ada juga faktor dalam negeri yang menjadi penyebabnya.

Kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak transparan dan mematikan persaingan usaha juga membawa dampak terhadap pelemahan Rupiah. Kebijakan dari Badan Bergizi Nasional maupun Koperasi Desa Merah Putih yang sering kali terasa “ajaib” dianggap menjadi penyebab menurunnya kepercayaan investor dan pelaku usaha ini Indonesia.

Meskipun mayoritas masyarakat Indonesia tidak memegang mata uang dalam bentuk dolar, tapi pelemahan dolar berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Apa saja? Cek dampaknya seperti di bawah ini.

  1. Kenaikan Harga Barang Impor dan “Efek Domino” Pangan

Banyak bahan baku pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia berasal dari impor, seperti gandum (untuk mi instan dan roti), kedelai (untuk tempe dan tahu), hingga daging sapi. Ketika Rupiah melemah, importir harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Akibatnya, produsen akan menaikkan harga jual di tingkat pasar agar tidak merugi. Jangan kaget jika harga gorengan atau seporsi mi ayam perlahan ikut naik, setelah Rupiah melemah.

  1. Harga Barang Elektronik dan Gadget yang Melambung

Komponen elektronik seperti chip dan layar hampir semuanya dibayar menggunakan Dolar AS. Tren pelemahan selama sebulan terakhir ini akan segera berimbas pada harga smartphone, laptop, hingga alat rumah tangga. Bagi Anda yang berencana mengganti gadget dalam waktu dekat, pelemahan Rupiah ini menjadi kabar buruk karena daya beli Anda secara otomatis menurun. Harga ponsel yang sebelumnya di bawah Rp2 juta, sudah terlihat sudah merangkak di atas Rp2 juta.

Kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap melemahnya mata uang Rupiah.

Kebijakan internal maupun internasional berpengaruh terhadap melemahnya rupiah.

  1. Kenaikan Biaya Transportasi dan Logistik

Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak mentah dan BBM non-subsidi. Pelemahan Rupiah membuat biaya pengadaan BBM membengkak. Jika harga BBM nonsubsidi naik, maka biaya pengiriman barang (logistik) juga akan ikut terkerek. Bila melihat harga BBM non-subsidi, harganya memang sudah melambung jauh dibanding bulan lalu. Inilah yang menyebabkan harga sayur-mayur di pasar bisa naik, meski sayurnya ditanam di tanah lokal, karena biaya truk pengangkutnya menjadi lebih mahal.

  1. Tekanan pada Industri Manufaktur (Risiko PHK)

Banyak pabrik di Indonesia menggunakan mesin dan bahan baku penolong dari luar negeri. Dengan kurs yang mencapai Rp17.300+, biaya produksi akan membengkak drastis. Jika perusahaan tidak mampu membebankan kenaikan biaya ini kepada konsumen (karena takut barang tidak laku), mereka mungkin akan melakukan efisiensi, yang dalam skenario terburuk bisa berujung pada pengurangan jam kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Bila PHK terus terjadi, ini bisa menggagalkan program 19 juta lapangan kerja yang sudah digadang-gadang Prabowo-Gibran. Bukannya semakin banyak yang bekerja, justru semakin banyak yang menganggur.

  1. Harga Tiket Pesawat dan Biaya Ibadah

Komponen biaya penerbangan, seperti avtur dan sewa pesawat, dipatok dalam Dolar AS. Rupiah melemah terjadi selama sebulan terakhir ini mulai berdampak pada naiknya harga tiket pesawat domestik maupun internasional. Selain itu, biaya perjalanan ibadah seperti Umrah juga akan menyesuaikan, karena biaya hotel dan transportasi di Arab Saudi dibayar dengan mata uang asing. Kabarnya beberapa tiket penerbangan dengan harga promo sudah dibatalkan dan meminta pembeli menjadwalkan ulang penerbangannya.