Hansi Flick berhasil menancapkan dominasi mutlak di kancah sepakbola Spanyol hanya dalam waktu singkat. Sejak kedatangannya ke Catalan, dalam dua tahun pertamanya melatih, pelatih asal Jerman ini sukses membawa Barcelona meraih gelar La Liga dua musim berturut-turut, yakni pada musim 2024/2025 dan 2025/2026.
Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai pelatih Jerman pertama dalam sejarah klub yang mampu mengangkat trofi Liga Spanyol, sekaligus membuktikan bahwa filosofi sepakbolanya sangat cocok dengan identitas Blaugrana.
Ini meneruskan kesuksesan filosofi Mia san Mia saat membesut Bayern Munchen. Di Munchen, Flick memang sebuah legenda. Meski hanya melatih 18 bulan, dia berhasil menambah lemari trofi Munchen dengan tujuh trofi.
Keberhasilan Flick tidak hanya terbatas pada gelar liga. Pada musim debutnya (2024/2025), ia langsung mempersembahkan treble domestik dengan menyapu bersih trofi La Liga, Copa del Rey, dan Supercopa de EspaƱa.
Catatan kemenangan Flick pun tergolong fenomenal, di mana ia mencatatkan persentase kemenangan sebesar 75% dari 100 laga pertamanya. Ia juga dikenal karena rekor 100% kemenangannya di partai final, menang delapan kali di delapan final.
Dia juga menorehkan keberhasilan fantastik dengan menyapu bersih semua laga El Clasico melawan Real Madrid di berbagai ajang. Di bawah asuhan Hansi Flick, Barcelona menang empat kali beruntun, tanpa seri apalagi kalah. Ia jadi satu-satunya pelatih Barcelona yang meraih kemenangan mutlak di El Clasico.

Hansi Flick dibopong para pemain Barcelona.
Dari sisi produktivitas, Barcelona di bawah asuhan Flick bertransformasi menjadi mesin gol yang mematikan. Flick memecahkan rekor klub yang telah bertahan selama 75 tahun dengan mencetak 101 gol hanya dalam 32 laga awal.
Timnya mencatatkan rata-rata 2,81 gol per pertandingan, sebuah angka yang mendekati catatan emas di era Luis Enrique. Selain itu, Flick berhasil menciptakan keseimbangan skuad yang luar biasa, terbukti dengan adanya enam pemain berbeda yang mampu mencetak 10 gol atau lebih dalam satu musim kompetisi. Ini yang membuat musuh sulit menjaga konsentrasi, karena ada banyak pencetak gol di Barcelona sekarang.
Dominasi di kandang juga menjadi kunci sukses Flick, di mana ia menyamai rekor Pep Guardiola dengan mencatatkan 15 kemenangan kandang beruntun di liga. Dengan gaya main garis pertahanan tinggi yang agresif, ia tidak hanya memberikan trofi, tetapi juga mengembalikan hiburan bagi para pendukung di Camp Nou.
Hal ini terlihat pada laga El Clasico terakhir di mana Barcelona begitu dominan atas Real Madrid. Para pemain Barcelona terlihat sangat percaya diri dalam laga tersebut. Tiki-taka terlihat mulai lahir kembali. Bedanya, kadang diselingi umpan panjang dari bek atau kiper yang hebatnya, menjangkau striker dengan tepat.
Atas rentetan catatan manis tersebut, pihak klub telah memberikan kepercayaan penuh melalui perpanjangan kontrak hingga Juni 2028, menandakan bahwa era keemasan baru Barcelona di bawah Hansi Flick baru saja dimulai. Rasanya, trofi-trofi lain Barcelona akan menyusul di bawah komando Hansi Flick.









