Penguasaan teknologi penerbangan di masa depan adalah keniscayaan. Karena penerbangan akan menjadi jantung mobilitas manusia antar negara dan akan menghubungkan wilayah di sudut-sudut dunia yang tersembunyi.

Indonesia dan industri penerbangan dunia

Salah satu kelas ekskul aeromodellingIndonesia adalah negara yang sangat penting dalam peta industri penerbangan dunia. Wilayahnya yang luas dan terdiri dari banyak pulau akan menjadi pasar yang strategis bagi produsen pesawat dan teknologi penerbangan.

Indonesia juga pernah masuk dalam percaturan industri dirgantara dunia. Saat itu Indonesia memiliki seorang pakar pesawat terbang yang juga pernah menjadi presiden Republik Indonesia, yaitu BJ Habibie. Habibie pernah memelopori pabrik pesawat terbang yaitu PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Meski pabrik pesawat tersebut belum berhasil menancapkan tajinya dalam industri penerbangan dunia, namun ketokohan Habibie telah menempatkan Indonesia dalam posisi terhormat. Teori tentang gejala keretakan pesawat yang dikenal dengan crackprogression yang merupakan temuan Habibie, telah membuat Indonesia menjadi sangat diperhitungkan dalam percaturan dunia dirgantara.

Generasi milenial harus terus berkiprah dalam industri penerbangan

Nah apabila generasi muda (generasi milenial atau generasi Z) dan generasi penerus tidak meneruskan kiprah Habibie untuk menguasai teknologinya dan tidak mau terlibat dalam pengembangan industri penerbangan, maka nisacaya Indonesia akan terus menjadi pasar dan konsumen bagi industri penerbangan.

Red Walet Aeromodelling mendorong Penguasaan teknologi penerbangan

Melihat situasi ini maka Red Walet Aeromodelling (RWA) berkeinginan kuat untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda milenial kepada dunia penerbangan. Red Walet Aeromodelling memberikan jasa pelayanan dan pelatihan di bidang aeromodelling atau pesawat model yang menjadi salah satu bagian di dunia penerbangan (aviation), sejak Tahun 2018.

bersama pembina

Kru Red Walet Aeromodelling bersama salah satu pembina, Kol. Arh GTH Hasto Respatyo, ST.

Saat ini beberapa praktosi dan profesional penerbangan yang sangat berpengalaman menggawangi Red Walet Aeromodelling. RWA diinisiasi oleh Ronald Wahyu, teknisi pesawat yang masih aktif di maskapai penerbangan. RWA dikomandoi oleh Daneth Senopati, penggiat aero education, sekaligus drone-aeromodeller. Kemudian ada Susapto Basuki, instruktur senior aeromodelling. Berikutnya ada Lais Abid, praktisi komunikasi dan juga instruktur. Juga dibantu oleh beberapa isntruktur lain yang semuanya berpengalaman dalam dunia kedirgantaraan. RWA juga mendapat pembinaan langsung dari Kol. Arh GTH Hasto Respatyo, ST., dari subdisbinfung litbang TNI AD. Selain itu RWA juga memperoleh pembinaan dari Bimo Hernowo, S.T, M.Eng, PGD, seorang akademisi Indonesia yang saat ini tinggal di Jerman.

Pengetahuan dirgantara dimanfaatkan untuk banyak keperluan

Saat ini di Indonesia teknologi drone telah berkembang pesat. Banyak keperluan seperti pemetaan, foto udara, pengambilan video dilakukan menggunakan drone. Dasar teknologi drone adalah konsep-konsep yang dikembangkan dari teknik penerbangan. Jadi mempelajari aeromodelling adalah kunci untuk mempelajari dan menguasai teknologi drone yang lebih modern. Bahkan ilmu dan teknologi pesawat terbang yang semakin modern dan berkembang.

RWA aktif menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran menggunakan miniatur atau model pesawat untuk berbagai tujuan. Kegiatan ini merupakan upaya penting untuk mendorong generasi muda memahami dan mencintai dunia penerbangan. Pada giliran berikutnya kecintaan generasi muda pada dunia dirgantara merupakan modal berharga bagi bangsa ini untuk menguasai teknologi industri penerbangan di masa depan.

RWA bekerjasama dengan sekolah-sekolah

RWA menyelenggarakan kegiatan ini dengan bekerjasama dengan berbagai sekolah, baik di tingkat sekolah dasar, maupun sekolah menengah. Dengan sylabus yang sudah disusun dengan cukup baik, terstruktur dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi penerbangan terkini.

Model pembelajaran yang diterapkan RWA dirancang agar generasi muda dan siswa-siswi di banyak sekolah yang terlibat menjadi asyik menyelami dunia dirgantara dengan menyenangkan.

RWA juga turut mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan. Karena bahan-bahan dan material sebagian adalah material bekas. Juga bahan-bahan yang merupakan produk dalam negeri. Sehingga Red Walet juga turut mendorong upaya pengarusutamaan pengembangan pelaku usaha dalam negeri.

Aeromodelling seringkali dikaitkan dengan olahraga, dikaitkan dengan hobby dan juga seni. Maka RWA pun berupaya mengemas pembelajaran aeromodelling dengan model kompetisi yang mengakomodir  tiga aspek tersebut. Sehingga di tangan RWA, dunia kedirgantaraan adalah sebuah fenomena yang menarik dan mengasyikkan untuk dipelajari dan digeluti.

Mari berkolaborasi dengan RWA

Bila institusi sekolah Anda atau komunitas Anda berkolaborasi dengan kami, maka akan semakin memiliki nilai tambah. Untuk informasi kemitraan, bisa menghubungi RWA melalui website: redwallet-aeromodelling.my.id/.

@redwalletaeromodelling sowan ke pembina Aeromodelling red walet Aeromodelling. di Litbang TNI AD #aeromodelingindonesia #aeromodeling #dirgantara #lkssupport #fyp @Daneth Senopati ♬ suara asli – RedwaletAeromodelling